Langsung ke konten utama

Top 5 Novel Favoritku

 Hai hai semua~ apa kabar?

Semoga baik-baik dan sehat yaaa. Aku kembali lagi setelah tilisan terpanjangku itu muncul, hehehe. Udah dibaca belum tulisanku itu? Penuh dengan edukasi loh. Kalo belum, klik di sini ya!


Okay, di halaman kali ini, pembahasan kita masih ada sangkut pautnya sama buku. Bedanya, kali ini kita bakal jauh lebih santai.

Ada yang bisa tebak apa?


Hahahah, pertanyaannya agak aneh. Kan udah jelas di judulnya bahwa kita kali ini mau ngomongin tentang top 5 novel favorit aku sepanjang hidup.


Sebagai anak Sastra—eh, nggak ding. Terlepas dari aku anak Sastra apa bukan, aku emang udah suka baca dari kecil. Hal ini terbukti dari cerita Ibuku bahwa dulu waktu masih TK, beliau bilang kalo kemampuan membaca ku tuh berkembang pesat jauh daripada teman-teman yang lain. Katanya waktu temen-temen masih berusaha untuk menyelesaikan Buku Panduan Membaca, aku udah baca buku cerita bergambar.

Bahkan katanya, aku sering sampe baca buku cerita yang sama berkali-kali karena bu guru udah kehabisan stock bacaan buat aku. Karena temen-temen yang lain belum semuanya nyelesein buku panduan itu.


Kesukaan ku terhadap membaca ini aku coba untuk salurkan setiap saat, kapanpun aku bisa. contohnya pas lagi nonton TV, aku suka bacain berita berjalan yang ada di bawah layar itu. terus kalo lagi jalan-jalan, aku suka bacain tulisan-tulisan di spanduk atau banner. Mulai dari spanduk toko, spanduk caleg, apapun deh.


Terus alhamdulillah pas SD aku dikasih buanyaaakkkkk buangettt buku-buku komik. Beneran waktu itu aku itung ada 100 buku lebih. Paling banyak itu komik Doraemon. Mulai dari seri hariannya sampe seri yang khusus kayak petualangan khusus Doraemon ke suatu tempat (yang kalo di TV biasanya jadi film, tayangnya cuman hari libur di jam 8 pagi) dan juga petualangan Doraemon dan Tujuh Dora-Dora.

Ada juga komik Kapten Tsubasa. Sama komik-komik romance lainnya yang seharusnya nggak boleh aku baca pas masih umur segitu, kyaaa! >,<

((habis gimana lagi, aku penasaran, aku buka, aku baca))


Sampe akhirnya aku mulai mengenal novel pada waktu SMP. Aku lupa persisnya novel apa yang aku baca untuk pertama kali waktu itu. Tapi mengingat keterbatasan akses yang aku alami, kayaknya novel pertama yang aku baca adalah buku pertama dari seri Harry Potter, yaitu "Harry Potter dan Batu Bertuah".

Kenapa? Karena novel itu ada di rumah. Kayaknya sih, dikasih orang juga. jadi kemungkinan besar yang aku baca pertama kali ya itu.


Novel ini akhirnya menempati posisi kelima sebagai top 5 novel favoritku. Selain karena kenangannya yang kuat, dia ada di rumah sejak aku remaja, juga karena ceritanya emang sebagus itu.

Oh ayolah, siapa sih yang nggak kenal Harry Potter di zaman sekarang?

Novel legendaris yang bahkan udah ada film nya, yang kalo orang-orang inget kata ‘sihir’ pasti langsung nyambungnya ke Harry Potter.


Harry Potter dan Batu Bertuah mengenalkan aku pada dunia novel, dunia fantasi, petualangan, dan juga kebebasan. Gara-gara novel ini, aku bebas buat berimajinasi, aku bebas buat mengarang, aku bebas buat membuat dunia sendiri dalam pikiran aku.

Aku suka banget masa di mana Harry masih polos dan clueless saat beradaptasi ke dunia baru. Aku suka dan takjub walaupun dia bertanya-tanya, tapi dia berani buat bertindak dan nggak ragu dalam mengambil keputusan. Di umur sekecil itu. Baru kelas satu SMP pula.


Maaf kalo keliatan naksir banget, soalnya emang iya.


Lanjut ke posisi keempat, yang ditempati oleeehhh…… jeng jeng jeng jeng (suara drum).

"Komet Minor" karya Tere Liye!

Sumpah ya aku tuh penggemar berat series Bumi milik Tere Liye. Walaupun aku nggak ngikutin dari awal, sih. Tapi intinya aku bener-bener suka banget karena selain genre nya fantasi, cerita di series ini nggak berkelas banget dan nggak 'norak'. Seseru itu. Apalagi di buku yang ini, persahabatan dari Raib, Seli, dan Ali itu bener-bener diuji. Nggak kayak di buku lain yang petualangannya lebih banyak menggunakan kekuatan super mereka, di buku ini, tepatnya di klan yang mereka datangi ini, mereka lebih banyak diuji dengan kekuatan yang paling besar namun sekaligus yang paling disepelekan. Kekuatan hati.

Mulai dari kejujuran, ketabahan, kesabaran, pantang menyerah, sampai rasa menyayangi satu sama lain. Aku banyak banget nangis pas baca buku ini (sebenernya sama buku Komet juga, karena buku ini bener-bener lanjutannya). Apalagi pas adegan Seli kena racun ular dan RaSeLi ditipu Tanpa Mahkota.


OKEEE, NEXT!

Di peringkat tiga ini kita punya “Before Vacancy: Nowhere and Backup” karya A.R. Kathleen. Novel ini berharga buat aku karena dia adalah novel pertamaku, yang aku beli sendiri pake uangku pribadi. Dia tuh awalnya dari Wattpad, terus di self publishing sama author nya.

Nah novel ini itu non alternative universe, di mana dia menceritakan alasan dibalik hiatusnya member NCT Dream, Jaemin. Perlu digarisbawahi ya kalau ini novel, sudah pasti fiksi. Walaupun non-AU, tapi dia tetap fiksi hasil imajinasi pengarangnya.

Novel ini bener-bener bagus banget dari segi ide, alur, juga penulisannya. Aku yang waktu itu masih SMP tuh jadi melek kalo tulisan yang bagus tuh ternyata kayak gini ya. Rapi dan nggak acak-acakan. Sampe sekarang pun aku jadi ikutin penulisnya dan udah baca—kayaknya semua karya dia deh.


Oh iya, yang aku punya ini versi self-publishing dari author nya sendiri, ya. Bukan yang pake penerbit. Karena aku udah ikutin cerita ini dari di Wattpad terus aku ikut PO nya >,<



Lanjut ke peringkat kedua, ini semakin menegangkan.

Di peringkat ini ada “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye. Pertama kali banget aku baca novel action tuh dari sini. Ceritanya bener-bener seru, menegangkan, dan penuh aksi—sesuai genre nya. Setiap tokoh utamanya lagi beraksi tuh aku selalu ikut deg-degan dan berasa ikut dikejar-kejar.

Aku nggak ngerti ya gimana Tere Liye bisa captain buku sebagus dan semenegangkan itu. apalagi ceritanya bener-bener padat, padahal di satu buku itu tuh ‘cuman’ nyeritain tokoh utamanya beraksi dalam tiga hari. Wow.


Sampai lah kita pada peringkat yang ditunggu-tunggu, yaitu peringkat pertama novel favorit aku, yaitu…. “Bumi” karya Tere Liye!!! Horeeeee.

Buku ini aku pilih sebagai peringkat pertama karena aku sangat amat bersyukur bisa nemuin buku ini di perpustakaan SMA ku.


Dulu, aku bener-bener nggak tahu siapa itu Tere Liye. Pokoknya pengetahuanku seputar dunia sastra, kepenulisan, dan novel itu minim banget. Layaknya keajaiban di novel-novel fantasi, yang tokoh utamanya tiba-tiba nemu buku tua misterius yang entah kenapa menarik di mata mereka, aku juga begitu.

Buku ini ada di tempat paling bawah rak perpustakaan yang menghadap tembok. Waktu itu aku lagi ngadem di perpustakaan, pas nunggu ekstrakurikuler Pramuka di mulai. Ada buku bersampul merah yang covernya menarik banget. Pas aku baca sinopsisnya, ternyata tulisannya “buku keempat dari series BUMI” (sejujurnya aku lupa sih yang aku lihat pertama kali itu buku Matahari atau Komet).


Akhirnya aku cari buku pertamanya, yang kebetulan berada nggak jauh dari buku itu. Jujur, pas baca sinopsisnya, yang bilang kalo tokoh utamanya bisa menghilang, aku skeptis banget. MAAF.

Aku pikir itu bakalan jadi novel ecek-ecek yang isinya nyeritain fantasi-fantasi konyol, cuman buat ‘kasih makan’ imajinasi para remaja. Dengan tekad ingin membuktikan ke-bagus-an novel itu, aku pinjem lah bukunya.


Pas dibaca, wah. Gila. Gokil. Badass. Superduperextramega keren.

Dasar idenya memang ‘konyol’ banget. Tentang remaja 15 tahun yang bisa menghilang. Terus ternyata temen sebangkunya juga bisa keluarin petir. Tapi cara penyampaian cerita, gimana penulis menyajikan dan mengembangkan cerita itu, itu bener-bener keren di mata aku. Novel ini—beserta novel-novel lainnya di series ini maksudnya, bukan sekadar novel fantasi biasa.


Berkat Bumi, aku jadi menemukan novel favorit aku. Novel ini udah kayak playground buat aku. Aku bebas bermain, berimajinasi, berspekulasi, dan ‘berpendapat’ di sini. Nggak apa kalau orang-orang bilang ‘itu cuman sekedar novel, alay banget sih?’ tapi aku beneran bersyukur banget bisa nemu series ini sebagai hiburan. Hehe..


Oke, aku udah ngetik lebih dari 1300 kata di halaman ini. Udah cukup banget lah ya buat aku mengakhiri tulisan kali ini. Makasiiihhh banyak-banyak buat siapapun yang udah baca tulisan ini, apalagi setia ikutin dan baca tulisanku dari awal.

Doain ya, semoga aku bisa konsisten nulis diary-diary ku lainnya di sini, terlepas dari tugas-tugas dan tuntutan kuliah lainnya.


Dadaaahhh, see you in next page~!

Komentar