Langsung ke konten utama

Mata Kuliah Papoyyiittt (~o ̄3 ̄)~

Budi makan bakso.

➡Budi adalah subjek. Makan adalah predikat. Bakso adalah objek.

➡Budi adalah kata benda. Makan adalah kata kerja. Bakso adalah kata benda

 

Kalian pasti nggak asing sama pelajaran itu?

Kalian dapet pas kapan? SD? SMP? SMA?

Nah aku, masih mempelajari kayak gitu di perkuliahan ini.

 

"Hah? Masa kuliah belajar nya kayak gitu? berarti sastra gampang banget dong sebenernya?"

Et et et. Tunggu dulu. tidak semudah itu Ferguso.

 

Yang kayak tadi itu ada di mata kuliah Sintaksis Bahasa Indonesia.


Apa itu Sintaksis?

Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang membicarakan mengenai penataan dan pembentukan kata ked alam satuan-satuan yang lebih besar seperti frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Satuan-satuan tersebut disebutnya ya satuan sintaksis. Yang kayak subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap itu disebutnya fungsi sintaksis. Kalau kata benda (nomina), kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), dsb itu disebut kategori sintaksis.

 

Intinya, sintaksis itu mempelajari gimana sih cara menyusun kata menjadi suatu kesatuan yang lebih besar agar koheren, padu, tidak ambigu, sehingga pesan yang ingin kita sampaikan bisa diterima dengan mudah oleh lawan bicara kita (entah secara lisan maupun tulisan ya).

 

Nggak segampang contoh budi makan bakso tadi, sintaksis bisa menjadi lebih rumit apabila dipelajari lebih lanjut. Contoh kecilnya aja perluasan kalimat. Kalimat contoh tadi bisa menjadi kalimat majemuk yang berbunyi, misal, misal nih ya misal, “Budi makan bakso kemarin malam bersama ayah yang makan mie ayam setelah menonton pertandingan sepak bola di kampung sebelah.”

Nah loh, ada berapa frasa dan klausa tuh yang ada di satu kalimat itu? Yang mana subjeknya, mana objeknya, predikatnya apa, konjungsinya mana aja.

Kalimat-kalimat kayak tadi itu biasanya bisa ditemuin di koran tuh.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Contoh di atas adalah frasa, bukan kalimat.

 

Gadis itu cantik sekali

Adalah klausa, bukan kalimat.

Iya

Dapat menjadi kalimat, bukan sekedar kata saja.

 

Wah, mengecoh banget nggak sih?

 

Yang pertama, itu karena presiden republi Indonesia hanya memperluas penjelasan atau mempertegas Joko Widodo. Mereka juga masih menempati satu fungsi sintaksis yang sama. Maka mereka disebut frasa.

Kalau yang kedua, walaupun nggak ada kata kerja yang menjadi ciri khas klausa, namun di dalam susunan kata itu ada subjek dan predikat. Predikat itu bisa ber-kategori apa aja ya, nggak harus verba. Di sini, predikatnya adalah cantik.

Kalau yang ketiga, dia memang bisa menjadi kalimat. Tapi termasuknya kalimat minor, yang mana terikat sama sesuatu. Nah dalam hal ini, biasanya iya terikat sama pertanyaan tuh. Misal;

Q: Kamu berteman dengan dia?

A: Iya. (aku berteman dengan dia)

 

Nah, makanya kata iya itu bisa menjadi kalimat.

 

Aku seneng banget belajar Sintaksis, makanya aku jadiin dia sebagai mata kuliah favorit. Sintaksis itu unik, dan bisa membantu kita untuk menganalisis hal-hal yang terlihat sepele memang, tapi sebetulnya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kalo kalian, punya mata kuliah atau mata pelajaran favorit nggak nih? Coba dong share juga!

 


Sampai jumpa di halaman selanjutnya yaaa! Dadah~~

Komentar