Budi makan bakso.
➡Budi adalah subjek. Makan adalah predikat. Bakso adalah objek.
➡Budi adalah kata benda. Makan adalah kata kerja. Bakso adalah kata benda
Kalian pasti nggak asing sama pelajaran itu?
Kalian dapet pas kapan? SD? SMP? SMA?
Nah aku, masih mempelajari kayak gitu di perkuliahan ini.
"Hah? Masa kuliah belajar nya kayak gitu? berarti sastra gampang banget dong sebenernya?"
Et et et. Tunggu dulu. tidak semudah itu Ferguso.
Yang kayak tadi itu ada di mata kuliah Sintaksis Bahasa Indonesia.
Apa itu Sintaksis?
Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang membicarakan
mengenai penataan dan pembentukan kata ked alam satuan-satuan yang lebih besar
seperti frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Satuan-satuan tersebut disebutnya
ya satuan sintaksis. Yang kayak subjek, predikat, objek, keterangan, dan
pelengkap itu disebutnya fungsi sintaksis. Kalau kata benda (nomina),
kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), dsb itu disebut kategori
sintaksis.
Intinya, sintaksis itu mempelajari gimana sih cara menyusun
kata menjadi suatu kesatuan yang lebih besar agar koheren, padu, tidak ambigu,
sehingga pesan yang ingin kita sampaikan bisa diterima dengan mudah oleh lawan
bicara kita (entah secara lisan maupun tulisan ya).
Nggak segampang contoh budi makan bakso tadi,
sintaksis bisa menjadi lebih rumit apabila dipelajari lebih lanjut. Contoh
kecilnya aja perluasan kalimat. Kalimat contoh tadi bisa menjadi kalimat
majemuk yang berbunyi, misal, misal nih ya misal, “Budi makan bakso kemarin
malam bersama ayah yang makan mie ayam setelah menonton pertandingan sepak bola
di kampung sebelah.”
Nah loh, ada berapa frasa dan klausa tuh yang ada di satu
kalimat itu? Yang mana subjeknya, mana objeknya, predikatnya apa, konjungsinya
mana aja.
Kalimat-kalimat kayak tadi itu biasanya bisa ditemuin di koran tuh.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo
Contoh di atas adalah frasa, bukan kalimat.
Gadis itu cantik sekali
Adalah klausa, bukan kalimat.
Iya
Dapat menjadi kalimat, bukan sekedar kata saja.
Wah, mengecoh banget nggak sih?
Yang pertama, itu karena presiden republi Indonesia
hanya memperluas penjelasan atau mempertegas Joko Widodo. Mereka juga
masih menempati satu fungsi sintaksis yang sama. Maka mereka disebut frasa.
Kalau yang kedua, walaupun nggak ada kata kerja yang menjadi
ciri khas klausa, namun di dalam susunan kata itu ada subjek dan predikat.
Predikat itu bisa ber-kategori apa aja ya, nggak harus verba. Di sini,
predikatnya adalah cantik.
Kalau yang ketiga, dia memang bisa menjadi kalimat. Tapi
termasuknya kalimat minor, yang mana terikat sama sesuatu. Nah dalam hal ini,
biasanya iya terikat sama pertanyaan tuh. Misal;
Q: Kamu berteman dengan dia?
A: Iya. (aku berteman dengan dia)
Nah, makanya kata iya itu bisa menjadi kalimat.
Aku seneng banget belajar Sintaksis, makanya aku jadiin dia
sebagai mata kuliah favorit. Sintaksis itu unik, dan bisa membantu kita untuk
menganalisis hal-hal yang terlihat sepele memang, tapi sebetulnya sangat
penting dalam kehidupan sehari-hari.
Kalo kalian, punya mata kuliah atau mata pelajaran favorit
nggak nih? Coba dong share juga!
Sampai jumpa di halaman selanjutnya yaaa! Dadah~~


Komentar
Posting Komentar