Langsung ke konten utama

Di Balik Layar

 Siapa di sini yang suka banget nonton TV? Atau ada yang masih suka dengerin radio?

Pernah nggak sesekali, kalian bertanya-tanya bagaimana tayangan di TV dan siaran di radio itu terbentuk? Pernahkah kalian penasaran siapa saja orang-orang yang berjasa besar dalam menyediakan hiburan ini?

Nah kali ini aku bakal jelasin ke kalian pekerjaan apa saja yang ada di balik layar TV dan radio.


Tapi sebelum itu, silakan cek tulisanku sebelumnya, ya! Di sini.

Intip juga akunku di platform-platform lainnya karena aku juga bikin konten video di sana.


Oke, lanjut.

Pertama, kita punya yang namanya direksi.

Direksi adalah pimpiman. Jajaran direksi dipimpin oleh seorang Direktur Utama, yaitu pemilik atau orang yang ditunjuk oleh pemilik. Direksi berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan (dalam hal ini stasiun TV dan radio) untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuanperusahaan serta mewakili perusahaan baik di dalam maupun di luar.


Di bawah direksi terdapat General Manager (GM) yang bertanggungjawab atas keseluruhan operasional sehari-hari. Di bawahnya terdapat para manajer, yaitu Manajer Produksi, Manajer Marketing dan Manajer Teknik. Manajer Produksi bertugas untuk mengatur segala hal terkait produksi atau program dan kulitas sebuah tayangan agar enak didengar dan ditonton. Manajer Marketing bertugas meningkatkan pendapatan stasiun/perusahaan. Manajer Teknik bertanggung jawab atas bekerjanya semua peralatan stasiun.


Selanjutnya, ada yang namanya director. Direktur adalah seseorang yang memimpin atau mengawasi bidang tertentu dari sebuah perusahaan. Direktur biasanya melaporkan perkembangan perusahaan langsung kepada wakil presiden atau kepada CEO secara langsung untuk memberi tahu mengenai perkembangan organisasi. Dalam penyiaran, biasanya posisi direktur dibagi ke tiga bidang yaitu PD, MD, dan ND. Wah, apa aja tuh?

Program Director (PD): membuat jadwal, mengatur format, pengatur staff sesuai dengan program dan jadwal yang dibuat, memantau dan mengontrol kualitas program.

Music Director (MD): bertanggung jawab atas boleh tidaknya sebuah lagu diputar, promo album dari sebuah perusahaan, dan berkoordinasi dengan PD selaku atasannya.

News Director (ND): bertugas menangani berita atau informasi yang harus disampaikan oleh penyiar dan memilih tema-tema yang akan dibicarakan saat siaran.


Lanjut, ada yang namanya produser dan sutradara.

Produser adalah jabatan yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan/managemen produksi penyiaran. Mulai dari memproduksi naskah, menetapkan jadwal, penetapan artis/narasumber, dsb. Produser berkewajiban menggali ide-ide kreatif untuk mengembangkan program siaran yang menjadi tanggungjawabnya dan ia bertanggungjawab kepada Program Director selaku atasan langsungnya.

Sutradara, atau pengarah (juga dikenal sebagai directing) adalah jabatan yang bertanggung jawab membantu producer untuk melaksanakan pekerjaan mengarahkan para tenaga kerja produksi program, diantaranya menyeleksi artis, mengatur latihan para artis, mengarahkan proses shoting , menentukan cakupan kamera dan sudut pengambilan gambar dan sebagainya.


Kemudian ada cameraman (kamerawan) dan script writer (penulis naskah). Dari namanya aja udah jelas banget ya, dan kayaknya jobdesk mereka ini sangat mudah dipahami. 

Kamerawan merupakan orang yang diandalkan mampu mengoperasikan kamera sehingga didapatkan hasil gambar yang baik. Sedangkan script writer bertugas mengedit naskah yang akan digunakandan menyiapkan naskah-naskah pendukung yang barangkali diperlukan dalam siaran sehingga naskah yang ditulis mudah dipahami dan dapat diproduksi dengan mudah dan cepat. 


Misalnya stasiun penyiaran mau bikin berita, atau kita sebut lah misal sebuah radio mau siaran, kira-kira, penulis naskah nya dapet bahan tulisan dari mana, ya? Terus kalo udah jadi tulisannya, siapa yang bakal ngeshare isi tulisan itu, ya?

Nah hal tersebut adalah tugas reporter dan penyiar. Reporter atau wartawan lebih berkonsentrasi pada pencarian dan pengolahan informasi. Sedangkan penyiar atau announcer lebih berkonsentrasi dalam bagaimana menyajikan informasi.


Kalau di TV, kita perlu orang untuk menata segala sesuatu agar semuanya terlihat indah saat disorot. Untuk itu ada tim artistik, penata suara, penata lampu, penata panggung, penata kostum dan riasan, dan penyedia properti. 

Artistik bertugas untuk memproduksi, memperbaiki, menangani dan mengubah scenic art untuk membuat efek gambar yang lebih meyakinkan dan menarik.

Seorang penata suara adalah orang yang memiliki kemampuan secara teknik dan instalasi peralatan sound sistem yang diperlukan untuk keperluan produksi program TV di dalam studio rekaman maupun di luar studio. 

Sedangkan penata lampu bertugas menata cahaya entah shoting di dalam maupun di luar studio agar menghasilkan gambar yang baik.

Properties adalah bidang yang bertanggungjawab menyediakan peralatan pendukung dalam produksi yang selanjutnya akan ditata atau diatur oleh tim penata panggung atau setting. Mereka bertanggungjawab atas seting tempat dan peralatan yang diperlukan seperti forniture dan perlengkapan lainnya untuk menciptakan situasi seperti diharapkan oleh naskah produksi.

Kemudian keberadaan tim kostum dan make up juga nggak boleh ketinggalan nih friends, agar pemeran atau artis yang hadir dalam program tersebut penampilannya tetap all out dan masuk di karakternya, sesuai yang diharapkan penulis naskah.


Yang terakhir, ada tim animator dan special effect.

Kalian pernah lihat nggak sinetron,film, atau drama tentang kerajaan atau fantasi, terus ada adegan-adegan yang menyulitkan, berbahaya, atau nggak masuk akal? Nih, misalnya kayak adegan putri duyung lagi berenang di dalam lautan, adegan berantem, atau terjun dari gedung 10 lantai?


Nah karena adegannya berbahaya, atau berisiko apabila dilakukan secara nyata, maka ada beberapa orang yang bertugas untuk menambahkan efek khusus agar adegan-adegan tersebut terasa lebih nyata. Mereka disebut special effect. Dan ada pula animator, yang bertanggungjawab atas disain dan pembuatan animasi dan pengolahan citra gambar yang diperlukan dalam produksi. 


Gimana? Udah kebayang belum gimana sulitnya memproduksi sebuah siaran, terutama di TV? Banyak banget step-step yang harus dilakuin ya ternyata agar sebuah program bisa kita nikmati dengan puas tuh.


Jadi mulai sekarang, jangan ragukan orang di belakang panggung yaa! Jangan hanya berfokus pada aktor dan aktris yang tampil di depan panggung. Karena tanpa pekerjaan-pekerjaan yang udah aku jelaskan tadi, aktor dan aktris juga nggak bisa tampil dengan baik friends.


Okey segitu dulu buat tulisan kali ini. Sampai jumpa di halaman selanjutnyaa, dadaaahhh~!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Apa Cicilan? Kok Nggak Selesai-selesai?

Pernah nggak sih kamu baca komik atau karya sastra lainnya gitu deh, terus ngerasa, “Kok ceritanya gue banget, ya?” Nah, vibe itu yang langsung kerasa waktu baca Matahari Setengah Lingkar. Komik ini nggak cuma sekadar cerita, tapi juga punya alur yang familiar kita temui di kehidupan sehari-hari. Komik ini tuh punya akur campuran alias maju kena mundur kena (ea). Nggak ya. Maksudnya, komik ini selain menceritakan masa sekarang yang dialami Kayra, tokoh utama, juga menceritakan kisahnya di masa lalu yang melatarbelakangi perasaan Kayra saat ini. JADIIII, ceritanye. Kayra ni pas SMA dulu demen ama yang namanye Arka. Blio nih tipikal cowok di SMA yang gampang disukai banyak orang gitu ngerti kan. Ya gimana enggak, dia nih udah good looking, supel, ramah, suka bantu orang, supportif lagi. Awalnya Arka yang ngedeketin Kayra duluan dengan basa-basi ✨"Wah, gambar kamu bagus banget"✨ pas Kayra lagi duduk sendirian di bangku kelasnya sambil ngegambar.  Dari situ lah, Kayra naksir Arka...

Drawata: Tradisi Sastra Indonesia Unpam

Hai semuanyaaa! Ketemu lagi sama aku di halaman yang berbeda.   Tulisan kali ini agak spesial nih daripada biasanya, karena aku di sini mau review sesuatu yaitu teater. Tapi sebelum itu, ada hal yang perlu aku jelasin dulu nih ke kalian. Tentang Drawata. Drawata adalah singkatan dari Drama Warisan Tahunan. Acara ini merupakan salah satu pementasan yang diadakan oleh jurusan Sastra Indonesia Universitas Pamulang setiap tahunnya untuk memenuhi mata kuliah Kajian Seni Pertunjukan bagi mereka yang ada di semester 6. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Drawata juga diadakan di Amphiteater, Taman Kota 2 BSD, Tangerang Selatan. Terdiri dari 8 pertunjukan yang dibagi menjadi 4 hari, aku memilih untuk nonton di hari pertama, Rabu, 26 Juni 2024.   Pementasan yang dilakukan yaitu ada dua, pertama “Perempuan dan Anjing” karya Anton Chekhov yang diadaptasi dan diterjemahkan oleh kelas 06SIDE001 dan kedua “Orang Kasar” karya Anton Chekhov saduran dari W. S. Rendra. ...

JUDULNYA MUNGKIN RAMEN TIGA RIBU DASAWARSA?

  Hai. Aku kembali lagi. Kemarin, aku sama temenku pergi makan ke salah satu restoran Jepang yang baru buka di deket kampus. Murame namanya. Mereka ngejual ramen, teppanyaki, donburi, sushi, dan yakitori. Ngejual, katanya, berasa toko kelontong aja. Tapi maksudnya, itu tadi adalah menu-menu mereka. Tentu aja ditambah dengan dessert , makanan ringan, dan beverages lainnya. Dan di sini aku mau review satu-satu mulai dari tempatnya, rasanya, sampai ke pelayanannya.   Pertama, tempat. Lokasi Murame ini ada di Pamulang, deket banget sama kampus 2 Universitas Pamulang, pokoknya di sebelah Hokben. Setau aku dia emang baru buka cabang di sini bulan lalu. Cabang lainnya ada di Pasar Baru Tangerang dan Jatiasih. Kalau dari lokasi menurut aku strategis, ya. Mereka ada di tengah-tengah keramaian, di pinggir jalan, terus deket kampus swasta. Tenang, tempat parkir mereka luas. Kemarin pas aku dateng tuh kebetulan mepet jam makan malam, which is lagi rush hour , banyak banget moto...