Langsung ke konten utama

Postingan

Dosen Anti Mainstream-ku

Hai. Balik lagi sama aku. Kalian inget nggak sih tulisan aku yang ngebahas tentang filologi? Yang ini loh.   Nah kemaren kan aku udah ngomongin tentang mata kuliahnya tuh. Sekarang aku mau ngomongin tentang dosennya. Iya kita sekarang mau ngomongin dosen. Yang suka ngomongin dosen sama temennya, sini ngumpul. Wajib baca sampe abis pokoknya.   Jadi, dosenku yang mengampu mata kuliah Filologi ini adalah Ibu Iffah Fauziah Rahardy, S.S., M.A. Gila, berani banget ya aku mau ngomongin dosen sampe nyebut nama lengkap dan gelarnya? Hehe, tenang. Sebenernya mah konten ini bukan ghibah, apalagi menghujat! Justru akum au kenalin kalian ke salah satu dosen di Universitas Pamulang yang keren abies ini.   Aku bertemu beliau di semester empat ini melalui mata kuliah Filologi. Tentang apa itu filologi dan gimana sejarahnya udah pernah aku tulis ya di konten sebelumnya.   Beliau ini asal Solo dan merupakan sarjana Universitas Gadjah Mada di jurusan Sastra Indone...

Jangan Dibaca Kalo Nggak Pengen Semangat

Hai, balik lagi sama aku. Maklum ya kalo bakal nongol terus, lagi kejar tayang soalnya, HAHAHAHAHA.   Di tulisan sebelumnya, kan, aku udah bahas plus minus jadi anak Sastra ya. Eh, udah pada baca, kan? Belum?????? Ish, tega nian. Cepetan klik ini ! Baca dulu, baru balik lagi ke sini.   Udah bacanya? Oke, aku lanjut cerita ya kalo gitu. Awas aja nih kalo ada yang boong.   Beberapa waktu yang lalu tuh, pengumuman SBMPTN, ya? Atau sekarang lebih dikenal dengan SNBT. Sebagai orang yang sudah mengalaminya dan gagal, aku dengan tulus mengucapkan selamat buat kalian semua yang lolos. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, ya. Kesempatan nggak akan datang dua kali. Jangan ngelunjak. Meskipun hasil ini juga belum sesuai dengan apa yang kamu mau, tetep jalani dengan maksimal. Inget, semesta lebih tau apa yang kamu butuhkan. Bisa jadi ini emang salah satu jalan buat menuju mimpi dan kesuksesan kamu. We never know.   Buat yang gagal, aku nggak mau ...

Klarifikasi

 Hai semuanya. Apa kabar? Udah lama banget aku nggak nulis di blog, maaf. Kemarin aku sempet kehilangan semangat buat nulis-nulis dan curhat. Nggak cuman di blog, bahkan di buku diary dan buku jurnal aku sendiri. Ditambah, semester empat ini tugasnya lagi gila banget. Aku kewalahan buat nulis di sini (walaupun termasuk tugas juga, hehe). Tapi intinya, ya gitu lah.   Aku nggak nyangka kalo ternyata masuk Sastra juga bisa sesibuk ini. maksudku—aduh gimana ya ngomongnya. Bukan maksud apa, tapi memang rumpun humaniora itu kan lebih chill and relax ya daripada rumpun alam dan teknologi. Tapi aku kaget ternyata jurusan Sastra juga sibuk banget. Gimana yang jurusan Teknik, Kesehatan, dan kawan-kawannya itu ya?   Iya, aku tahu, sih, kalau semakin tinggi semester atau tingkatan kita, pasti makin tinggi juga tingkat kesulitan materi yang kita hadapi. TAPI AKU NGGAK NYANGKA bakal seribet ini! tugasnya itu lhooo, aneh-aneh banget??? Ya cari wartawan buat diwawancarai...

Di Balik Layar

 Siapa di sini yang suka banget nonton TV? Atau ada yang masih suka dengerin radio? Pernah nggak sesekali, kalian bertanya-tanya bagaimana tayangan di TV dan siaran di radio itu terbentuk? Pernahkah kalian penasaran siapa saja orang-orang yang berjasa besar dalam menyediakan hiburan ini? Nah kali ini aku bakal jelasin ke kalian pekerjaan apa saja yang ada di balik layar TV dan radio. Tapi sebelum itu, silakan cek tulisanku sebelumnya, ya! Di sini . Intip juga akunku di platform-platform lainnya karena aku juga bikin konten video di sana. Oke, lanjut. Pertama, kita punya yang namanya direksi. Direksi adalah pimpiman. Jajaran direksi dipimpin oleh seorang Direktur Utama, yaitu pemilik atau orang yang ditunjuk oleh pemilik. Direksi berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan (dalam hal ini stasiun TV dan radio) untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuanperusahaan serta mewakili perusahaan baik di dalam maupun di luar. Di bawah direksi terdapat Ge...

Raya Raya Kita Rayakan Hari Raya Ini

Minal aidzin walfaizin, maafkan lahir dan batin Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin Haha, apakah lirik tersebut kira-kira relate dengan keadaan sekarang?👀 Yah, kita doakan saja yang terbaik ya agar negeri ini memang makmur terjamin. Anyways, haaaii! Selamat datang kembali di blog aku. Sesuai dengan openingnya, aku masih pengen ngomongin tentang suasana lebaran nih guys. Nggak papa kan ya walaupun udah kelewat sebulan? Hahahaha. Tapi sebelum itu, kalo kalian belum baca tulisanku yang sebelumnya, boleh banget dicek dulu yaa! Klik di sini ! Okay, jadi sebagai anak perantauan, of course aku lebaran kemarin (akhirnya) mudik, alhamdulillah, masih dikasih kesempatan buat pulang ke rumah dan ketemu keluarga. Asli rasanya lega banget karena nggak harus buka puasa dan sahur sendirian lagi hahahaha (hiks). Aku pulang sekitar tanggal 20an bulan Maret naik travel bareng sahabat dan tante aku, jadi belum terlalu macet tuh. Alhamdulillah lancar jaya. Selama di kampung, aku happy banget ...

Top 5 Novel Favoritku

 Hai hai semua~ apa kabar? Semoga baik-baik dan sehat yaaa. Aku kembali lagi setelah tilisan terpanjangku itu muncul, hehehe. Udah dibaca belum tulisanku itu? Penuh dengan edukasi loh. Kalo belum, klik di sini ya! Okay, di halaman kali ini, pembahasan kita masih ada sangkut pautnya sama buku. Bedanya, kali ini kita bakal jauh lebih santai. Ada yang bisa tebak apa? Hahahah, pertanyaannya agak aneh. Kan udah jelas di judulnya bahwa kita kali ini mau ngomongin tentang top 5 novel favorit aku sepanjang hidup. Sebagai anak Sastra—eh, nggak ding. Terlepas dari aku anak Sastra apa bukan, aku emang udah suka baca dari kecil. Hal ini terbukti dari cerita Ibuku bahwa dulu waktu masih TK, beliau bilang kalo kemampuan membaca ku tuh berkembang pesat jauh daripada teman-teman yang lain. Katanya waktu temen-temen masih berusaha untuk menyelesaikan Buku Panduan Membaca, aku udah baca buku cerita bergambar. Bahkan katanya, aku sering sampe baca buku cerita yang sama berkali-kali karena bu guru uda...

Kita Caru Tahu Yuk, Perkembangan Filologi di Nusantara!

Halo halo, balik lagi bersama aku Putri! Kali ini teman nulisnya adalah tentang buku. Aku bingung banget mau bikin konten apa aslinya, terutama buat di blog. Sebenarnya bisa sih aku bikin konten review, cuman aku bingung aja gitu kalau disuruh menilai suatu buku, hehehe. Kalau untuk di platform video, aku udah bikin konten study with me. Nah bagi kalian yang butuh teman belajar, yuk tonton videonya di sini , terus mulai kerjain tugas-tugasmu yang udah mepet deadline itu! Oke, setelah lama aku berpikir, akhirnya aku putusin buat tulis aja apa yang aku pelajarin pas bikin video study with me kemarin. Nggak semuanya tentu saja. Tapi aku mau ambil satu topik dari mata kuliah filologi , yaitu tentang sejarah filologi terutama di Indonesia. Pertama-tama, apa sih filologi itu? Teman-teman pernah lihat nggak sih tulisan-tulisan di kertas yang udah menguning dan kelihatan rapuh, terus aksaranya tuh nggak familiar buat kalian? Nah, itu namanya naskah kuno. Tugas filologi adalah mengkaji naskah-n...