Langsung ke konten utama

Postingan

Informasi Mengenai Bukan Siapa-siapa

Hi. Balik lagi di blog ini. Aku dapet tugas buat menulis tentang diriku sendiri. Dan aku yakin, nggak cuman aku aja yang kesulitan kalo disuruh mendeskripsikan atau menceritakan tentang diri sendiri. Iya kan? Nah kebetulan, udah 10 halaman lebih aku nulis di sini tapi anehnya aku bahkan belum memperkenalkan diri atau sekedar kasih tau kalian basic profil tentang aku. WALAUPUN, aku tau, nggak ada orang yang butuh informasi ini karena ya—siapa juga sih aku ini? Tapiiii. Tapi nih ya. Barangkali, suatu saat, salah sekian tulisan yang ada di halaman ini menjadi rujukan atas sesuatu, terus pengen tau siapa otak di balik tulisannya, nah, ada jawabannya. Nggak anonim-anonim banget gitu loh maksudnya. Jadi, namaku, Aulia Putri Wulandari. Aku, biasa dan paling suka dipanggil 'Putri'. Litereli aku sebel banget kalo dipanggil selain 'Putri', apalagi sama orang yang nggak deket. Hehe. ((apalagi kalo orangnya udah tau aku ngga suka, malah dibecandain)). Nah tuh, bingung lagi aku mau ...

The Poetry is Poetrying, Eh Apa Sih?

Hai guys. Balik lagi sama aku, Putri. Kali ini aku mau mengulas salah satu puisi legendaris nan ikonik karya Taufik Ismail, yaitu "Dengan Puisi Aku". Bagi yang belum tau, nih aku spill dulu puisinya kayak gimana; Dengan Puisi Aku Karya Taufik Ismail Dengan puisi, aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi, aku bercerita Berbatas cakrawala Dengan puisi, aku mengenang Keabadian yang akan datang Dengan puisi, aku menangis Jarum waktu bila kejam meringgis Dengan puisi, aku mengutuk Nafas zaman yang busuk Dengan puisi, aku berdoa Perkenankanlah kiranya Masya Allah, puisi ini sederhana tapi tuh dalem banget nggak sih guys? Pemilihan katanya nggak terlalu berbelit-belit dan nilai poetika nya nggak tinggi banget. Tapi efek nya bisa langsung sampe ke pembaca gitu loh. Pertama denger puisi ini, aku langsung ngerasa, "Wah, segitu cintanya ya Bapak Taufik Ismail ke puisi". Sebagai seorang penyair, beliau betul-betul menjadikan puisi sebagai tempat untuk mencurahkan se...

Drawata: Tradisi Sastra Indonesia Unpam

Hai semuanyaaa! Ketemu lagi sama aku di halaman yang berbeda.   Tulisan kali ini agak spesial nih daripada biasanya, karena aku di sini mau review sesuatu yaitu teater. Tapi sebelum itu, ada hal yang perlu aku jelasin dulu nih ke kalian. Tentang Drawata. Drawata adalah singkatan dari Drama Warisan Tahunan. Acara ini merupakan salah satu pementasan yang diadakan oleh jurusan Sastra Indonesia Universitas Pamulang setiap tahunnya untuk memenuhi mata kuliah Kajian Seni Pertunjukan bagi mereka yang ada di semester 6. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Drawata juga diadakan di Amphiteater, Taman Kota 2 BSD, Tangerang Selatan. Terdiri dari 8 pertunjukan yang dibagi menjadi 4 hari, aku memilih untuk nonton di hari pertama, Rabu, 26 Juni 2024.   Pementasan yang dilakukan yaitu ada dua, pertama “Perempuan dan Anjing” karya Anton Chekhov yang diadaptasi dan diterjemahkan oleh kelas 06SIDE001 dan kedua “Orang Kasar” karya Anton Chekhov saduran dari W. S. Rendra. ...

Mata Kuliah Papoyyiittt (~o ̄3 ̄)~

Budi makan bakso. ➡Budi adalah subjek. Makan adalah predikat. Bakso adalah objek. ➡Budi adalah kata benda. Makan adalah kata kerja. Bakso adalah kata benda   Kalian pasti nggak asing sama pelajaran itu? Kalian dapet pas kapan? SD? SMP? SMA? Nah aku, masih mempelajari kayak gitu di perkuliahan ini.   "Hah? Masa kuliah belajar nya kayak gitu? berarti sastra gampang banget dong sebenernya?" Et et et. Tunggu dulu. tidak semudah itu Ferguso.   Yang kayak tadi itu ada di mata kuliah Sintaksis Bahasa Indonesia. Apa itu Sintaksis? Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang membicarakan mengenai penataan dan pembentukan kata ked alam satuan-satuan yang lebih besar seperti frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Satuan-satuan tersebut disebutnya ya satuan sintaksis. Yang kayak subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap itu disebutnya fungsi sintaksis . Kalau kata benda (nomina), kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), dsb itu disebut kategori sintaksis ....

Dosen Anti Mainstream-ku

Hai. Balik lagi sama aku. Kalian inget nggak sih tulisan aku yang ngebahas tentang filologi? Yang ini loh.   Nah kemaren kan aku udah ngomongin tentang mata kuliahnya tuh. Sekarang aku mau ngomongin tentang dosennya. Iya kita sekarang mau ngomongin dosen. Yang suka ngomongin dosen sama temennya, sini ngumpul. Wajib baca sampe abis pokoknya.   Jadi, dosenku yang mengampu mata kuliah Filologi ini adalah Ibu Iffah Fauziah Rahardy, S.S., M.A. Gila, berani banget ya aku mau ngomongin dosen sampe nyebut nama lengkap dan gelarnya? Hehe, tenang. Sebenernya mah konten ini bukan ghibah, apalagi menghujat! Justru akum au kenalin kalian ke salah satu dosen di Universitas Pamulang yang keren abies ini.   Aku bertemu beliau di semester empat ini melalui mata kuliah Filologi. Tentang apa itu filologi dan gimana sejarahnya udah pernah aku tulis ya di konten sebelumnya.   Beliau ini asal Solo dan merupakan sarjana Universitas Gadjah Mada di jurusan Sastra Indone...

Jangan Dibaca Kalo Nggak Pengen Semangat

Hai, balik lagi sama aku. Maklum ya kalo bakal nongol terus, lagi kejar tayang soalnya, HAHAHAHAHA.   Di tulisan sebelumnya, kan, aku udah bahas plus minus jadi anak Sastra ya. Eh, udah pada baca, kan? Belum?????? Ish, tega nian. Cepetan klik ini ! Baca dulu, baru balik lagi ke sini.   Udah bacanya? Oke, aku lanjut cerita ya kalo gitu. Awas aja nih kalo ada yang boong.   Beberapa waktu yang lalu tuh, pengumuman SBMPTN, ya? Atau sekarang lebih dikenal dengan SNBT. Sebagai orang yang sudah mengalaminya dan gagal, aku dengan tulus mengucapkan selamat buat kalian semua yang lolos. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, ya. Kesempatan nggak akan datang dua kali. Jangan ngelunjak. Meskipun hasil ini juga belum sesuai dengan apa yang kamu mau, tetep jalani dengan maksimal. Inget, semesta lebih tau apa yang kamu butuhkan. Bisa jadi ini emang salah satu jalan buat menuju mimpi dan kesuksesan kamu. We never know.   Buat yang gagal, aku nggak mau ...

Klarifikasi

 Hai semuanya. Apa kabar? Udah lama banget aku nggak nulis di blog, maaf. Kemarin aku sempet kehilangan semangat buat nulis-nulis dan curhat. Nggak cuman di blog, bahkan di buku diary dan buku jurnal aku sendiri. Ditambah, semester empat ini tugasnya lagi gila banget. Aku kewalahan buat nulis di sini (walaupun termasuk tugas juga, hehe). Tapi intinya, ya gitu lah.   Aku nggak nyangka kalo ternyata masuk Sastra juga bisa sesibuk ini. maksudku—aduh gimana ya ngomongnya. Bukan maksud apa, tapi memang rumpun humaniora itu kan lebih chill and relax ya daripada rumpun alam dan teknologi. Tapi aku kaget ternyata jurusan Sastra juga sibuk banget. Gimana yang jurusan Teknik, Kesehatan, dan kawan-kawannya itu ya?   Iya, aku tahu, sih, kalau semakin tinggi semester atau tingkatan kita, pasti makin tinggi juga tingkat kesulitan materi yang kita hadapi. TAPI AKU NGGAK NYANGKA bakal seribet ini! tugasnya itu lhooo, aneh-aneh banget??? Ya cari wartawan buat diwawancarai...